Dedik dan Kendang Koplo Jaranan

Kopyahnya Dedik Kendang Koplo Jaranan

Sampean tahu sarung? Selembar kain yang mendapat predikat “pakaian paling multifungsi”. Sarung bisa dipakai untuk sembahyang, selimut, sampai buntel baju kotor menuju sumur. Tapi sejak malam ini, saya tahu bahwa sarung punya saingan berat yakni saudara seperguruannya. Kopyah (songkok), selain dipakai untuk sembahyang dan dipakai presiden sebagai ageman kenegaraan, penutup kepala ini juga bisa dipakai untuk latihan Jaranan.

Tersebutlah namanya Dedik, dia baru lulus SMA tahun beberapa tahun lalu dan baru belajar main kendang di OM Kancana, grup musik kebanggaan kami. Beberapa saat yang lalu dia pinjam kendang untuk dibawa pulang. Katanya untuk latihan di rumah, agar tangannya semakin kuat. Ternyata e ternyata, itu kendang dipakai untuk latihan Jaranan.

Sebelum mengambil foto saya buka perbincangan “wahh tambah sip ae melebarkan sayap“.

Jawabnya : “alahhh mas sepi orkesan yo banting steer melu jaranan“.

Bagi saya dia hebat, dia tahu bagaimana menyikapi kehidupan. tahu bahwa Kopyah bukan simbol agama dan negara saja tapi lebih luas, sebagai simbol budaya, budaya Indonesia tentunya. bahwa Kopyah bukan milik presiden saja, Kopyah bukan milik Ustadz saja, tapi milik semua termasuk tukang kendang di dalamnya.

Dia juga tahu bahwa orkes lagi sepi, banyak tawuran di sana-sini, akhirnya dilarang polisi untuk manggung di malam hari. Jaranan adalah alternatif hiburan yang tidak mengundang tawuran, paling-paling cuma mengundang lelembut.

Bicara soal bangsa lelembut, di desa kami lelembut sudah biasa diajak kompromi, bisa diajak manggung ke sana kemari. Lelembut bekerja ikhlas tak pernah korupsi. Tiap ada undangan dia datang, dia crew Jaranan yang paling meriam. Adanya cuma beling, kembang dan kemenyan ya dia makan. Sedikit pun dia gak minta bayaran. Ini bukan bermaksud untuk mensyirikkan sampan para pembaca, tapi Cuma memperbandingkan. Wong lelembut saja bisa kerja ikhlas Lillahitaala, gak bayaran, gak ada ceperan tapi tetap idealis anti korupsi. Lhakok kita yang sudah jelas dapat bayaran, kalau lagi mujur ya ada ceperan, masih saja sering gak ikhlas, terkadang kalau lagi ada kesempatan ya nambah dosa makan uang negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *