Tradisi Sinoman Desa Munung, Jatikalen, Nganjuk

Mari Hidupkan Organisasi Sinoman

Terdengar lontaran kata “Mlempem” dari pemuda desa sebelah. Ingin ku pukul pemuda seketika itu. Rasa malu dan terhina datang tiba tiba. Tapi hatiku bertanya kepada diriku sendiri, “jangan-jangan apa yang dia lontarkan benar adanya.” Lantas kuredakan amarahku. Sebab aku takut kebenarannya.

Melalui tulisan ini aku harap lontaran itu isu belaka. Mari membangun semangat pemuda kita. Bikin mereka tercengang dengan pergerakan pemuda desa kita. Dulu, jangankan lontaran menyinggung pun mereka segan sebab pemuda kita tegas dan beringas. Dulu, pemuda desa kita punya organisasi. Terbentuk dari pergaulan sehari-hari. Mereka pasti dan selalu berisi. Kini kita yang harus meneruskan organisasi itu. Mari wujudkan impian yang terdahulu

Dulu, dalam tubuh organisasi tersebut nggak ada S1 ataupun S2, SMA pun jarang. Tapi kinerja mereka mengalahkan kita di era sekarang. Mari kita ledakkan semangat dalam tubuh organisasi pemuda kita. Organisasi bukan Pos Kamling yang hanya buat tempat peradapan waktu senggang. Bukan tempat memajang foto andalan.

Sebetulnya hal ini tak rumit. Kumpulkan para pemuda dari sudut timur barat utara dan selatan. Bentuk Paguyuban Sinoman di bawah naungan organisasi. Untuk masyarakat yang sedang membutuhkan akad nikahan ataupun khitanan. Dengan paguyuban sinoman tersebut akan membawa pandangan positif masyarakat terhadap organisasi dan paguyuban tersebut, bahkan akan mempererat tali silaturahmi dan akan mengalir ide ide bersih dan cemerlang selanjutnya

Saya pribadi siap untuk menjadi anggota sinoman tersebut. Saya pribadi siap tempuh Surabaya-Nganjuk dan Nganjuk-Surabaya kalau memang sinoman di butuhkan masyarat…..saya siap….siap…dan siap.

Utuhkan REMEK.

Hidupkan sinoman.

 

 

Surabaya 03 Maret 2016

ttd.

Beny Anjas
Calon Anggota Organisasi Sinoman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *