Tentang Munung.Com

logo munungcom

Perkembangan teknologi memberi dampak yang maha besar pada seluruh aspek kehidupan, termasuk di dalamnya komunikasi dan jurnalisme.Di bidang komunikasi, internet telah menjadi sebuah fenomena. Kehadirannya telah menggeser paradigma komunikasi yang umumnya se arah menjadi dua arah. Internet telah mengaburkan batas antara pengirim dan penerima informasi dalam komunikasi massa.

Kehadiran internet sekaligus menjadi penyempurna keberadaan media mainstream sebelumnya (radio, tv dan media cetak). Posisi sebagai penyempurna ini menjadikan pengguna internet lebih otonom (berdiri secara mandiri) dan tentunya menjadi peserta aktif dalam komunikasi massa. Dalam kondisi tertentu, pengguna internet biasa bahkan menyamai posisi jurnalis mainstream. Internet terbukti membuka peluang yang amat lebar bagi siapa saja yang hendak mempublikasikan informasi secara lebih cepat, instan, berbiaya ringan dan memungkinkan pertukaran gagasan dua arah.

Di bidang jurnalisme, kelahiran internet bermuara pada munculnya saluran-saluran informasi baru. Jurnalisme Online (internet) kini menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat. Dengan ini masyarakat memperoleh beberapa kelebihan: Pertama, masyarakat dapat menentukan sendiri informasi apa yang ingin mereka dapatkan. Kedua, berita yang tersimpan di dunia maya dapat diakses kembali oleh masyarakat pada waktu berikutnya. Ketiga, jumlah informasi menjadi tidak terbatas. Keempat, informasi dapat dikirimkan secara lebih cepat kepada masyarakat. Kelima, Antara pengirim dan penerima informasi dapat saling bertukar pendapat (berinteraksi) sehingga objektifitas informasi dapat dijaga.

Jurnalisme onlie benar-benar mengubah paradigma pemberitaan. Kecepatan menjadi keutamaan dalam media baru ini. Jika di masa silam, berita berarti sebuah peristiwa yang telah terjadi. Kini, berita dapat berarti sesuatu yang sedang terjadi. Berkat internet pula, kekuatan besar masyarakat muncul begitu menggelegar. Melalui internet, masyarakat baik yang memiliki kemampuan menulis atau bahkan yang tidak memiliki kemampuan menulis pun dapat mengimbangi kekuatan besar media-media di Indonesia yang dominasi oleh beberapa kelompok saja (semacam Paloh, Bakrie, Iskan dan Tanu).

Ungkapan-ungkapan spontan macam “OTW ngopi nang New Paerah” yang dilontarkan Qohar lewat status BBM, “budal mancing nang Brantas” oleh Gus Abu Syam, “dalan ngarep omahku banjir” yang diungkapkan oleh Hendra Pepepa lewat twitter, atau “Gusti Allah paringono Jodo” yang di-share KasBro lewat status facebook, sejatinya adalah bukti kekuatan besar warga dalam mengabarkan peristiwa melalui media internet. Kekuatan mengabarkan informasi inilah yang dinamakan jurnalisme warga (wong londo menyebutnya Citizen Journalism). Jurnalisme warga sejatinya adalah wujud demokrasi dalam dunia komunikasi. Bahwa informasi dikabarkan dari warga, ditulis dan dikelola oleh warga dan ditujukan untuk dikonsumsi warga.

Sebelum kehadiran jurnalisme warga, masyarakat selalu “dicekoki” informasi oleh media-media besar. Mereka dipaksa untuk “menelan” informasi yang belum tentu kebenarannya. Kini, dengan kehadiran jurnalisme warga, masyarakat dapat memilih informasi sendiri dengan tingkat kebenaran yang lebih terjamin. Pasalnya, jurnalisme warga ditulis oleh warga sendiri yang benar-benar mengetahui kebenaran informasi. Kebenaran dan kecepatan lebih bisa dijamin karena pengirim informasi bukan wartawan yang berasal dari tempat nun jauh dari tempat terjadinya sebuah peristiwa.

Warga Munung yang kondang ketangguhannya sejak masa silam, menyimpan kekuatan-kekuatan besar untuk melakukan inovasi dalam berkarya. Atas asalan tersebut, beberapa anak muda menggagas dibentuknya media online yang dinamakan Munung.Com ini. Media ini dilahirkan untuk mengabarkan peristiwa-peristiwa yang ada di desa, mempublikasikan beragam potensi serta sebagai alat untuk saling bertukar ide, gagasan dan pengetahuan. Selain itu, website ini juga menjadi saranana bernostalgia bagi warga Munung yang sedang ada di perantauan. Tentu bisa dibayangkan betapa bahagianya mengobati rindu dengan membaca kabar tetangga dan sanak saudara.

Identitas Munung.com adalah huruf M yang terbentuk dari jembatan dengan dua lubang. Menunjukkan Munung sebagai sebuah desa yang diapit oleh dua jembatan dan dua sungai. Juga mengabadikan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi beragam nikmat dan cobaan hidup yang datang dari Sungai.

Jembatan juga bermakna sebagai penghubung. Menancapkan doa dan cita-cita agar media ini kelak menjadi penghubung informasi antar warga Munung dan dengan dunia luar tentunya. Ornamen pagar menjadi penanda harapan mengenai penyampaian informasi yang berpegang pada batas-batas kebenaran dan kewajaran.

Warna biru, sebagaimana warna lautan, dipilih untuk memberikan harapan mengenai kedalaman makna dan hikmah dari setiap informasi yang disajikan. Biru juga berarti ketinggian sebagaimana warna langit. Menyiratkan harapan bahwa masyarakat Munung memiliki cita-cita mulia sebagai masyarakat madani, masyarakat yang bertaqwa, berpengetahuan, dan berbudi pekerti.

Akhirnya, tidak ada kata lain yang lebih tinggi untuk didedikasikan bagi para pembaca selain “terimakasih telah berkunjung, selamat membaca dan semoga berkesan”.